Permasalahan yang muncul adalah seberapa besar kontribusi pendekatan pembelajaran taktis terhadap pembelajaran senam guling depan dan guling belakang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendekatan pembelajaran taktis terhadap pembelajaran senam guling depan dan guling belakang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dalam bentuk pre-experimental design.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu siswa kelas XA yang berjumlah 30 orang, teknik analisis data yang digunakan adalahanalisis uji-t. Hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan skor terendah 27 dan skor tertinggi 81 dengan rata-rata 52,5 pada keterampilan guling depan untuk skor guling ke belakang diperoleh skor terendah 18 dan skor tertinggi 72 dengan rata-rata dari 45,9. Berdasarkan kesimpulan tersebut, pembelajaran senam guling depan dan guling belakang melalui pembelajaran pendekatan taktis dapat membantu siswa meningkatkan efisiensi gerak dan membantu guru dalam mengajar sangat tepat untuk menyampaikan materi pembelajaran di sekolah.

Forward roll dan back roll termasuk ke dalam jenis gerakan senam lantai. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara forward roll dan back roll. Senam lantai tanpa alat adalah jenis senam lantai yang dilakukan di atas matras tanpa menggunakan alat bantu lainnya. Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (2010) karya Yusup Hidayat, Shindu Cindar Bumi, dan Rizal Alamsyah, contoh senam lantai tanpa alat adalah forward roll, back roll, sikap lilin, guling lenting, kayang, dan juga loncat harimau. Forward roll dan back roll termasuk ke dalam jenis senam lantai tanpa alat.

Gerakan forward roll dan backward roll hanya berbeda pada arah gerakannya saja. Forward roll atau guling depan adalah gerakan berguling ke depan menggunakan tubuh bagian belakang mulai dari tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul. Sementara itu, back roll atau guling belakang adalah gerakan berguling ke belakang menggunakan tubuh bagian belakang mulai dari panggul, pinggul, punggung, dan tengkuk.

Cara Melakukan Forward Roll

Forward roll dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu awalan berdiri dan awalan jongkok.

  1. Forward roll awalan berdiri Sikap awal berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan. Arahkanlah pandangan lurus ke depan melihat matras. Ulurkanlah kedua tangan lurus memegang matras sambil membungkukkan badan. Posisi kepala masuk di antara dua tangan. Usahakan dagu menyentuh dada, agar bagian tengkuk menyentuh matras dengan baik. Sentuhkanlah bahu ke matras dan mulailah berguling. Setelah melakukan guling depan, posisi tubuh kembali berdiri tegak.
  2. Forward roll awalan jongkok Sikap awal jongkok dengan kedua kaki dalam posisi rapat. Lutut disentuhkan ke dada dengan posisi tangan berada di depan ujung kaki. Kedua tangan dalam posisi bengkok. Posisikan dagu menyentuh dada dan pundak di matras. Mulailah berguling. Posisi tubuh sesudah berguling adalah jongkok.

Cara Melakukan Back Roll

Berikut adalah cara melakukan gerakan back roll atau guling belakang. Sikap awal berdiri lalu ambillah posisi jongkok dengan kedua kaki rapat dengan tumit agak sedikit diangkat. Kepala menunduk dan posisi dagu menyentuh dada. Kaki ditolakkan pada lantai ke arah belakang, dijadikan pendorong untuk menggulingkan badan. Saat posisi punggung di matras, letakkan tangan yang sudah ditekuk di samping telinga. Kaki diangkat dan diayunkan melewati kepala. Pada saat yang bersamaan tangan digunakan sebagai tumpuan dan tolakan. Sesudah berguling posisikan tubuh kembali jongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *