Cacing tanah epigeic hidup di permukaan tanah di serasah daun. Spesies ini cenderung tidak membuat liang tetapi hidup di dalam dan memakan serasah daun. Cacing tanah epigeic juga seringkali berwarna merah cerah atau coklat kemerahan, tetapi tidak bergaris.

Spesies cacing tanah epigeic antara lain Dendrobaena octaedra, Dendrobaena attemsi, Dendrodrilus rubidus, Eiseniella tetraedra, Heliodrilus oculatus, Lumbricus rubellus, Lumbricus castaneus, Lumbricus festivus, Lumbricus friendi, Satchellius mammalis.

Berikut ciri – ciri Cacing tanah epigeic :

● tubuh lunak dan tidak memiliki tulang belakang

●panjang tubuh cacing tanah sekitar 1 mm sampai 3 m m

● bentuk tubuh simentris bilateral

●tubuh cacing tanah bersegmen yang jika diperhatikan mirip cincin

● segmen pada cacing tanah tak hanya di bagian luar tetapi juga di dalam tubuh

● segmen -segmen pada tubuh cacing tanah dipisahkan sekat yang dinamakan septa

● cacing tanah bergerak dengan otot . otot ini atas terbagi dua yakni otot melingkar dan memanjang

●cacing tidak mempunyai mata namun indera penciuman juga peraba sangat tajam

Kategori ekologi yang berbeda dari cacing tanah terlibat dalam proses tanah yang berbeda pada tingkat yang berbeda-beda, termasuk dekomposisi, siklus hara, pembentukan pori tanah, dan pembentukan agregat tanah.

Pada gilirannya, ini berkontribusi pada berbagai layanan ekosistem, termasuk daur ulang & detoksifikasi limbah, pengaturan karbon dan nutrisi, pengaturan aliran air dan pemeliharaan struktur tanah.

Hubungan antara berbagai kategori ekologi cacing tanah, proses tanah dan jasa ekosistem diilustrasikan dalam diagram di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *